Selasa, 10 Februari 2015

Hal-Hal Yang Didapat Jika Kalian Jadi Mahasiswa Aktif Organisasi.

 1. Berorganisasi itu, mengasah Soft Skill

Pernah dengar istilah Hard Skill dan Soft Skill? Gampangnya, Hard Skill itu kemampuan teknis yang kita pelajari melalui disiplin ilmu. Misalnya, kamu jago ngutak-ngatik komputer, bisa ngerakit mesin mobil sendiri, paham Undang-undang Ketenagakerjaan, tahu cara menanam cabai yang baik, ahli dalam membuat novel sastra, dan lain sebagainya.
Pentingkah Hard Skill? Penting! Mahasiswa Ilmu Komputer jelas harus bisa ngutak-ngatik komputer, mahasiswa Teknik Mesin jelas jago ngerakit mobil, bagaimana mungkin mahasiswa Sarjana Hukum bisa jadi pengacara handal kalau tidak paham UU? Mahasiswa Pertanian pastilah tahu iklim seperti apa yang cocok untuk menanam cabe, serta Mahasiswa Sastra adalah sastrawan masa depan.
Namun yang sering dilupakan adalah Soft Skill, yaitu kemampuan manajemen diri maupun manajemen orang lain. Soft Skill contoh mudahnya adalah bagaimana kamu bekerja dalam tim,bagaimana kamu mengatur bawahanbekerja sama dengan rekan sepantaran, maupun menerima perintah dari atasan.Bagaimana kamu mengatur waktu, bagaimana kamu berdisiplin, bagaimana kamu mengatur target yang luar biasa tapi realistis.
Dalam Soft Skill tiba-tiba materi kurikulum buku kuliah dan komat-kamit dosen tidak banyak bermanfaat, karena sekarang kamu berkutat dalam hal-hal kecil namun esensial seputar hubungan antar manusia. Kamu belajar dipimpin di suatu saat, dan memimpin di saat lain. Bagaimana caranya berdisiplin mengerjakan tugas yang telah diamanahkan? Bagaimana caranya memberi amanah pada orang lain? Lalu, bagaimana caranya menangani konflik yang pasti terjadi dalam sebuah kelompok? Itulah Soft Skill, dan tentunya tidak tercantum di dalam pasal UU manapun, dan tidak pula ada hubungannya dengan cabe.
Ini adalah sesuatu yang hanya bisa kamu dapatkan kalau kamu mau keluar kelas kampusmu yang pengap itu, dan berorganisasi! Semua organisasi selalu menyimpan edukasi Soft Skill yang sama baiknya. Di semua organisasi kamu akan bekerja dalam tim, kamu akan mendapat tugas dari pengurus organisasimu, dan kelak kamu akan menjadi pengurus organisasimu dan memberi tugas pada anggota baru.
Contohlah jika kamu masuk ke UKM Sepak Bola, sebagai anggota baru kamu diminta untuk membentuk tim kesebelasan bersama anggota baru yang lain. Formasi apa yang mau diterapkan? Siapa jadi kiper, backmidfield, dan forward? Siapa jadi kapten?
Ternyata kamulah yang ditunjuk jadi kapten, otomatis kamulah leader tim kesebelasan yang  baru bayi ini. Bisakah kamumemimpin forum briefing strategi tim ini? Apa saja target program latihan kalian? Tiap hari apa saja kalian bisa latihan? Tentunya saat latihan sebelas orang ini harus hadir, karena kalau ada satu saja yang tidak hadir, tentu kerjasama dalam permainan tidak terbentuk.
Alkisah, semisalnya kamu adalah mahasiswa Jurusan Politik, kamu sadar bahwa di kampus kamu tidak pernah diajari bagaimana caranya menyatukan jadwal sebelas orang agar bisa kumpul latihan sepak bola seminggu sekali.

2. Berorganisasi itu, memperluas jaringan!
Oke, jadi bayangkan sekarang kamu sutemanmu pun tambah banyak, tidak seperti dulu saat temanmu hanyalah anak-anak satu jurusan dan satu fakultas.

dah berorganisasi. Alhamdulilah,
Sebagai anak Jurusan Politik, kini kamu punya teman dari Jurusan Teknik Mesin, Akuntansi, Peternakan, dan Sastra Jepang. Hidupmu tiba-tiba lebih berwarna karena kamu punya teman diskusi yang topik pembicaraannya variatif, tidak melulu membahas manuver politik Koalisi Merah Putih pasca Pilpres. Kini jaringanmu bertambah luas! Teman fesbukmu bertambah dan follower twittermu bertambah, kini kamu punya jaringan!
Bayangkan di saat kamu kuliah, ada temanmu yang Jurusan Hubungan Internasional membutuhkan referensi tentang kebudayaan Jepang. Temanmu kebingungan karena ia tidak punya teman yang berasal dari jurusan sastra. Dengan mudahnya kamu memberikan nomor telepon temanmu yang Jurusan Sastra Jepang, yang kamu temui di UKM Sepak Bola.
Di kesempatan yang lain, sehabis latihan sepak bola, kamu bersama kesebelasanmu makan bersama di warung terdekat. Kemudian temanmu yang jurusan Akuntansi curhat, ia mengungkapkan bahwa ia ingin sekali berwirausaha, ia punya keahlian dalam membuat manajemen keuangan dan juga punya modal jutaan rupiah hasil dia magang di Unilever beberapa waktu yang lalu, namun kini dia tidak punya ide mau wirausaha apa.
Lantas temanmu yang lain, yang jurusan Sastra Jepang ikut menimpali. Dari dulu dia ingin sekali bikin warung masakan Jepang di Yogyakarta, namun sebagai inovasi, ia ingin warung tersebut desainnya adalah angkringan, yang merupakan khas kota ini. Ide yang luar biasa!
Bagaimana dengamnu? Kamu tidak paham apa-apa tentang Jepang, tidak jago mengelola keuangan juga, tapi kamu sangat ingin berwirausaha! Lalu kamu ingat, kamu adalah mahasiswa semester akhir yang punya banyak waktu luang! Akhirnya kamu menawarkan diri menjadi pelayan angkringan itu secara full-time. Di luar dugaan, ternyata kedua temanmu mengangkatmu menjadi manajer utama dari usaha kalian bersama, alasannya karena kamu sudah dianggap pemimpin mereka sejak menjadi kapten di kesebelasan ini.
Luar biasa bukan? Ilustrasi tentang mahasiswa UKM Sepak Bola ini memang fiksi, namun angkringan masakan Jepang memang nyata ada di Yogyakarta. Namanya Waza-waza Angkringan Bento, sebuah angkringan profesional yang menjual makanan dan jajanan Jepang. Konon, menurut hasil perbincangan saya dengan pelayannya, pendiri angkringan itu memangkolaborasi mahasiswa Jurusan Ekonomi dan Sastra Jepang. Begitulah cara jaringan bekerja.
Lihat kan bagaimana jaringan yang luas akan menambah begitu banyak kesempatan dalam hidupmu? Tentu ini hanya contoh kasar, masih banyak lagi permainan jaringan yang bisa kamu lakukan ketika kamu sudah berorganisasi. Bayangkan jika kamu bergabung di UKM Penelitian, bayangkan kamu akan bertemu dengan banyak mahasiswa peneliti, bahkan bisa berkenalan dengan ilmuwan peneliti idolamu ketika organisasimu sedang bikin acara yang melibatkan ilmuwan tersebut.

3. Berorganisasi itu, mewadahi minat, mempertajam bakat

Seperti halnya pada poin satu, bahwa dengan berorganisasi maka soft skill akan terasah, begitu pun hard skillmu! Kembali ke contoh bahwa kamu mahasiswa Jurusan Politik, maka dengan ikut UKM Sepak Bola, bakatmu dalam bermain bola pun terasah, siapa tahu kamu malah jadi atlet!
Atau jika pun mungkin kamu tidak akan berkarir di dunia sepak bola seperti Evan Dimas, minimal minat hobimu tersalurkan dan kamuterhibur melakukan sesuatu yang kamu suka. Coba kalau kamu tidak ikut UKM ini, apa mungkin di kampus ada yang bisa mengajarimu mengambil tendangan bebas? Tentu tidak, karena di kampus kamuhanya diajari teori Hegemoni dan Politik Subalternnya Antonio GramsciJ
Intinya, kamu jadi bisa mempelajari ilmu interdisipliner dengan berorganisasi. Jika kamu anak Kedokteran Umum, kamu bisa ikut organisasi Pers Mahasiswa dan paham tentang jurnalisme. Lumayan menghibur setelah seharian ini kamu melototin sel darah.
Sebaliknya, jika kamu mahasiswa Filsafat, kamu bisa ikut Unit Kesehatan dan belajar cara memberi nafas buatan, yang mungkin tidak diajari oleh Aristoteles.

4. Berorganisasi itu, Putting Theory Into Practice
“Percuma saja berteori, tanpa ada praktek nyata.” Wellsebenarnya persepsi ini mesti direvisi sedikit. Pada dasarnya teori lahir berkat praktek empiris di lapangan, dan praktek tentu hanya akan jadi omong kosong bila dilakukan tanpa ada dasar teori yang jelas. Jadi keduanya penting.
Ada teori yang mengatakan bahwa Indonesia perlu dikembangkan sebagai negara maritim, bukan agraris. Tahu darimana? Tentu dilihat dari data di lapangan tentang proporsi laut dan darat yang ada di Indonesia , serta penelitian empiris yang mengidentifikasi peluang apa yang selama ini belum digali bangsa ini.
Kemudian, bagaimana cara mempraktekkan pemberdayaan maritim yang baik? Tidak bisa asal jalan. Semua teori pun harus dikeluarkan, dari mulai teori transportasi laut, keanekaragaman hayati, manajemen eksplorasi hasil laut, pariwisata bahari, hingga pelestarian laut yang anti perusakkan ekosistem.
Teori dan praktek berjalan sinkron, dan di kampus, kita sebagai mahasiswa mempelajari teori dari disiplin ilmu masing-masing, dan bertanggungjawab untuk mempraktekkan semua teori itu untuk kemajuan bangsa. Jadi, mari membaca buku kuliah sebanyak mungkin dan diskusi dengan dosen serajin mungkin, karena buku adalah hasil observasi lapangan, dan dosen adalah ahli yang telah lebih banyak berpengalaman dari kamu.
Lalu bagaimana prakteknya? Bisa dengan cara berorganisasi.
Memang tidak bisa digeneralisir bahwa semua mahasiswa dari semua disiplin ilmu bisa mendapatkan praktek yang nyata dari organisasi di kampus. Namun, tidak jarang ada organisasi/komunitas yang bekerja sesuai dengan sebuah disiplin ilmu.
Misalnya Water Plant Community di UGM, yang umumnya terdiri dari anak-anak Jurusan Teknik Sipil UGM. Komunitas ini memiliki misi membantu sistem pengairan di daerah-daerah yang mengalami kekeringan seperti di Gunung Kidul, DIY.
Dengan mendesain beragam konstruksi pipa dan pengeboran air bawah tanah, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil membantu masyarakat di desa yang kekeringan dengan melakukan instalasi pipa air bawah tanah, membuat desa tersebut memiliki akses air yang cukup.
Di organisasi Pers Mahasiswa yang bergerak di bidang jurnalistik, mahasiswa Jurusan Komunikasi bisa menyalurkan ilmu mereka tentang media dengan memproduksi media yang nyata. Semua teori pun terpakai: teori penulisan berita, desain komunikasi visual, desain grafis, fotografi jurnalistik, jurnalisme presisi, periklanan, manajemen keuangan media, dan sebagainya
Kemudian di Koperasi Mahasiswa (Kopma), mahasiswa Jurusan Akuntansi bisa mempraktekkan ilmu mereka untuk mengatur keuangan, mahasiswa Jurusan Komputer bisa membantu merancang software untuk operasional Kasir di swalayan Koperasi, mahasiswa Jurusan Kearsipan bisa mengurus perpustakaan dan dokumen lembaga, dan lain sebagainya.
Bahkan si mahasiswa Jurusan Politik yang jadi contoh kita tadi, bisa saja gabung di Kopma dan bikin kajian mengenai UU no.17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian yang dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi. Tentunya akan menjadi diskursus yang menarik bagi gerakan Koperasi nasional.

5. Berorganisasi itu, Peduli dengan Lingkungan Sosial

Roem Topatimasang dalam bukunya Sekolah Itu Candu pernah mengeluarkan kritik tajam. Menurutnya, orang-orang akademisi seringkali berjarak dengan lingkungan sosial di sekitarnya. Tembok-tembok tinggi sekolah dan kampus membuat akademisi, pelajar, ataupun mahasiswa, terkurung dalam dunia “Pendidikan Formal” masing-masing. Setiap hari mereka hanya berkutat pada tumpukan buku dan catatan pelajaran, dan jarang sekali tahu fenomena sosial apa yang terjadi di sekitar mereka.
Tahukah kita bahwa ada gelandangan di depan kosan yang tiap malam tidur di trotoar? Tahukah kita bahwa ada anak kecil kelaparan yang menggigil kedinginan di malam yang hujan ini?
Tahukah kita bahwa masyarakat Yogyakarta tengah jengah dengan pendirian hotel dan apartemen yang tengah menjamur? Lebih lanjut lagi, tahukah kita, sekedar tahu saja, bahwa masyarakat di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sedang berjuang menolak pendirian pabrik semen di daerah mereka, karena pendirian pabrik di lingkungan tersebut bisa menyebabkan rusaknya sumber air bagi penghidupan mereka? Tentunya masih banyak lagi kasus konflik agraria antara korporasi dan masyarakat setempat yang terjadi di Indonesia.
Tanpa bermaksud untuk mengajak anda berpolitik praktis, namunmemiliki dan memahami wawasan sosial adalah kewajiban kita sebagai manusia, apalagi mahasiswa.
Kepedulian sosial itu, sekali lagi, bisa diwadahi dengan berorganisasi. Bukan berarti kamu harus ikut organisasi gerakan keras dan demo besar-besaran waktu harga BBM naik, kepedulian sosial selalu bisa diawali dari kegiatan kecil dan bertahap. Ketika kamu gabung di organisasi kerohanian/keagamaan, akan sering sekali kamu akan mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos), dimana kamu bisa bagi-bagi nasi bungkus untuk pengemis di tengah jalan. Kamu juga berkesempatan melakukan kunjungan ke Panti Asuhan dan mengajar anak-anak Yatim Piatu.
Waterplant Community tadi adalah contoh komunitas dengan kepedulian sosial yang nyata. Dengan menggunakkan ilmu yang mereka miliki, mereka membantu masyarakat yang daerahnya mengalami kekeringan agar mendapat akses air yang lebih baik. Inilah contoh nyata penggunaan teori dalam praktek, untuk misi sosial pula, bukankah untuk ini mahasiswa dan akademisi ada? Bukankah ini esensi ilmu pengetahuan itu sendiri? Mewujudkan kehidupan manusia yang lebih baik?
6. Berorganisasi itu, menambah nilai CV-mu

Sudah jadi rahasia umum juga bahwa mencantumkan pengalaman berorganisasi dalam CV akan menambah nilai jualmu di hadapan sang reviewer personalia. Dengan punya pengalaman berorganisasi, perusahaan yang merekrutmu pasti akan mempertimbangkanmu baik-baik, karena itu artinya kamu dianggap sudah punya pengalaman dalam bekerja dalam kelompok, alias punya Softskill. 
Kamu bukan sekedar mahasiswa ber-IPK tinggi tapi kerjanya cuma bolak-balik kuliah-pulang-kuliah-pulang (istilah lawas, “mahasiswa kupu-kupu”). IPK itu penting untuk dipertahankan, untuk menunjukkan bahwa kamu serius dalam studimu, tapi jangan sampai kamu mendewakkan IPKmu sehingga tidak mengembangkan diri di luar perkuliahan.
Bahkan, ada dua orang teman saya yang pernah melamar kerja (dan diterima) di perusahaan PT. Wijaya Karya dan PT. Astra International bercerita, ketika mereka melamar kerja, dalam seleksi wawancara,reviewer justru malah sering menanyakan kegiatan organisasi ketimbang pelajaran yang dipelajari di bangku kuliah.
Reviewer suka bertanya seperti: “Kamu Jurusan Teknik Sipil? Oke. Saya baca CV kamu, selama di kuliah kamu ikut organisasi XXX ya? Apa jabatanmu di sana? Apa inovasi yang kamu lakukan di organisasi itu? Kenapa kamu melakukan inovasi itu? Apakah akhirnya berhasil?” dan sebagainya.

7. Berorganisasi itu, mungkin bisa mempertemukanmu dengan jodoh

Ini adalah poin bonus, silahkan disimak bila dirasa penting.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa seringkali kita bertemu dengan jodoh hidup kita di bangku kuliah. Untuk mencapai misi mulia itu, tentunya kita harus punya jaringan pertemanan yang luas. Kalau kamu hanya berteman dengan anak-anak sejurusan dan sefakultas, tentu kemungkinan untuk mendapat jodoh jadi tidak terlalu luas, karena opsi yang ada sangat terbatas.
Bayangkan kalau kamu berorganisasi, kamu akan punya banyak teman lintas jurusan lintas fakultas. Selain opsimu jadi tambah banyak, PDKTmu pun jadi tambah segar dan dinamis karena kini kamu bergaul dengan orang yang tidak sejurusan.
Kembali ke contoh mahasiswa Jurusan Politik tadi, eh jangan, kita ganti. Bayangkan ternyata kamu seorang mahasiswi,alias perempuan, yang berkuliah di Jurusan Hubungan Internasional! Kamu adalah seorang calon penerus Ibu Retno L.P. Marsudi, itu lho alumni Jurusan HI UGM yang kini jadi Menteri Luar Negeri.
Nah, bayangkan bahwa kamu baru saja putus dengan pacarmu, yang merupakan mahasiswa Sosiologi dan berasal dari Fakultas yang sama denganmu, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Kalian putus karena referensi filosofi cinta kalian berbeda, kamu memaknai cinta dari bukuBerjuta Rasanya karangan Tere Liye, sementara mantanmu memegang teguh prinsip yang tercantum dalam Seni Mencinta karya Erich Fromm.Gak nyambung deh.
Syahdan, kamu pun muak dengan dunia ini dan memutuskan untukrefreshing. Secara iseng, kamu pun gabung di Waterplant Communityyang sudah sering kamu dengar popularitasnya. Kamu pun berkegiatan di komunitas ini, kamu ikut blusukan ke desa-desa yang mengalami kekeringan, berkoordinasi dengan lurah, warga, dan Karang Taruna setempat, serta melakukan sosialisasi atas instalasi pipa air yang diharapkan akan membantu warga desa.
Kamu menyadari bahwa teori diplomasi yang kamu pelajari di kampus malah berguna di sini. Teman-temanmu yang lain pun bersyukur kamu bergabung di komunitas ini, karena selama ini mereka memang kesulitan dalam berkoordinasi dengan warga. Sesaat kamu sadar, kerja sama akademisi interdisipliner itu pentingsepenting melupakan sudut-sudut gedung FISIPOL yang penuh kenangan atas mantanmu tersebut.
Singkat cerita, kamu dekat dengan seorang mahasiswa Jurusan Teknik Sipil. Seorang lelaki tinggi, kekar, sangar, dan jagobenerin ledeng. LAKIK banget deh! Tidak seperti mantanmu yang hobinya menggugat kapitalisme-multinasional tapi ketika atap kamar kosan bocor, langsung panik dan tidak berdaya.
Perlahan kalian makin dekat, awalnya mungkin tidak nyambung karena latar belakang kalian berbeda. Tapi lama-kelamaan kalian mencoba untuk saling memahami. Dia jadi banyak belajar dari kamu bahwa ada perbedaan antara hubungan bilateral dan multilateral antar negara, atau bahwa sebenarnya Indonesia diakui merdeka secara internasional baru pada tahun 1949, proklamasi tahun 1945 adalah klaim sepihak dari masyarakat Indonesia saat itu.
Kamu pun belajar dari dia bahwa bambu adalah material alternatif yang luar biasa untuk konstruksi bangunan di masa depan. Selain tahan gempa saat sudah jadi bangunan, waktu pertumbuhan bambu jelas jauh lebih cepat dari pohon kayu Jati atau sejenisnya.
Singkat cerita, kalian putus menikah
Penutup
Harus diakui, berorganisasi itu memang hanya sekedar metode dalam mencapai mimpi kehidupan kemahasiswaan yang baik. Tidak perlu digeneralisir bahwa berorganisasi adalah satu-satunya jalan demi memiliki jaringan, mengasah soft skill, memperbagus CV, peduli dengan lingkungan sosial, dan mencari jodoh.
Mungkin ada banyak jalan lain, tiap mahasiswa pastilah memiliki caranya masing-masing. Saya pun paham bahwa memang ada jurusan-jurusan tertentu yang beban akademiknya begitu berat, ujian dan makalah selalu ada tiap minggu disertai praktikum setiap hari, sehingga jangankan berorganisasi, bisa tidur nyenyak saja belum tentu.
Namun saya hanya ingin mengajak kepada saudara-saudari mahasiswa sedarah, sebangsa, dan se-skripsi sekalian, bahwa hendaknya kita menjadi pribadi pemuda dinamis dan bertanggungjawab atas almamater kita. Jadilah agen perubahan yang sesungguhnya, gunakan berkah intelektual yang telah kita dapat untuk membantu bangsa dan umat manusia, karena itulah esensi kaum intelektual yang bertanggungjawab atas ilmu pengetahuan yang ia dapat.
Catatan: Berbagai macam cerita ilustrasi dan permisalan yang ada di artikel ini adalah fiksi, berasal dari imajinasi penulis. Mohon maaf bila ada imajinasi dan candaan yang tidak berkenan :)
Perlu dicatat juga bahwa imajinasi tersebut terinspirasi dari kisah nyata dan pengalaman pribadi penulis sebagai mahasiswa Sosiologi di UGM yang pernah aktif di banyak organisasi, kepanitiaan, proyek acara mahasiswa, punya jaringan, tapi tetap saja gak berdaya kalau atap kosannya bocor.

Cara Cerdas Gunakan Media Sosial

Media sosial sudah menjadi hal yang biasa di kalangan para remaja atau anak baru gede (ABG). Bahkan, mereka yang tidak punya akun media sosial akan dicap sebagai anak yang kurang gaul alias cupu. Tak heran, pengguna media sosial kian bertambah.


Bisa mengunggah foto, membuat status, dan chatting dengan teman merupakan alasan kenapa para ABG sangat menggandrungi media sosial. Mereka ingin eksis dan dikenal oleh banyak orang, khususnya teman-temannya di media sosial.
Karena hanya fokus pada tujuan untuk eksis, seringkali para ABG ini lupa akan tujuan utama dari media sosial.Mereka terus-terusan mengunggah foto dan membuat status tidak penting yang justru akan membuat pengguna media sosial lainnya jadi tidak nyaman.
Tidak ingin dijauhi atau bahkan diblokir oleh teman media sosial kamu? Berikut cara cerdas menggunakan media sosial:

1. Pikirkan dampaknya


Walaupun mengunggah foto atau membuat status adalah hak kamu sebagai pengguna media sosial, kamu tetap harus memikirkan dampaknya. Misalnya, jangan upload foto mesra yang bisa membuat teman kamu merasa risih. Hindari membuat status dengan kata-kata kasar karena bisa membuat pengguna lain tersinggung.

2. Pakai seperlunya


Curhat ke media sosial itu boleh saja, namun jangan mentang-mentang kamu lagi bahagia, lalu setiap detik kamu update status. Terlalu sering membuat status hanya akan membuat kamu terlihat jelek dan belebihan.

3. Hal yang bermanfaat


Media sosial bukan hanya tempat untuk berbagi foto dan status, kamu juga bisa berbagi kebaikan. Misalnya, kamu bisa membuat kata-kata motivasi agar teman media sosial kamu yang lagi dalam masalah bisa kembali bersemangat. Cara ini jauh lebih efektif agar kamu bisa eksis di media sosial.

4. Sumber informasi


Jangan hanya manfaatkan media sosial untuk chattingdengan gebetan. Buat kamu yang masih sekolah, media sosial juga bisa berguna untuk berdiskusi masalah pelajaran. Misalnya, saat kamu menemui kesulitan dalam mengerjakan PR, kamu bisa membuat status dan bertanya ke teman media sosial, siapa tahu ada yang bisa membantu.

5. Berhati-hati


Bersosialisasi di media sosial itu berbeda dengan di dunia nyata. Lawan chatting kamu tidak bisa melihat ekspresi wajah kamu seperti apa. Jadi, berhati-hatilah saat menuliskan sebuah lelucon, terutama yang berkaitan dengan menjelek-jelekkan fisik. Hal ini mencegah kesalahpahaman di antara kalian.
Intinya! Menggunakan media sosial juga ada batas-batasnya, jadi jangan seenaknya sendiri saja. Kamu harus bisa berperilaku baik agar teman media sosial kamu tidak mengecap kamu jelek dan meblokir akun kamu.

Cara Membaca Perasaan Lewat Ekspresi Wajah Seseorang


Jika Anda pernah mendengar istilah senyum palsu, di mana senyum mengembang di wajah namun tidak di hati, maka Anda harus tahu bahwa hal itu bukan sekedar istilah belaka. Anda bisa kok belajar membedakan mana senyuman yang tulus dan mana senyuman yang palsu. Membaca perasaan orang lain lewat mimik wajah bahkan tidak terlalu sulit. Anda hanya butuh memperhatikan gerak gerik dan perubahan gerakan wajah maka Anda bisa lebih waspada dan tahu bagaimana cara menghadapi orang lain.
Rahasia membaca perasaan lewat mimik wajah ini, sudah sejak lama dikenal dalam ilmu psikologi. Tidak sedikit pula orang yang menggunakannya saat wawancara kerja, atau mencari kandidat sebuah jabatan bergengsi.
Menurut leadingpersonality, ada beberapa mimik wajah yang bisa Anda perhatikan dan tahu apa makna di baliknya.
Senyuman palsu
Seperti sempat disebutkan tadi di atas, senyuman palsu itu yang bagaimana sih? Ciri senyuman tidak tulus ini menciptakan garis kerutan pada sudut bibir. Berbeda dengan senyuman yang tulus, yang akan menciptakan garis kerutan di sudut mata.
Mimik asimetris
Adalah ekspresi wajah yang berbeda antara wajah bagian kiri dan kanan, yang menunjukkan bahwa orang tersebut tidak berbicara hal yang sebenarnya.
Pupil yang membesar
Ketika ukuran pupil mata seseorang membesar, maka ia sedang menunjukkan sebuah ketertarikan, semangat, sedang memiliki mood yang baik.
Menutup mata saat berdiskusi
Ketika beberapa kali seseorang menutup mata seperti berusaha membayangkan sesuatu, orang tersebut sebenarnya sedang berusaha keras berpikir atau mengingat-ingat.
Terlalu sering berkedip
Hanya ada satu hal yang bisa terbaca apabila seseorang terlalu sering berkedip dan tanpa ritme, ia sedang berbohong.
Bibir sedikit terbuka
Ketika seseorang sedang berbincang dengan bibir sedikit terbuka, maka ia sedang merasa tertarik akan topik pembicaraan atau pada si pembicara.
Sekarang Anda bisa lebih berhati-hati dalam berbincang dengan orang lain. Tetap menjaga kesopanan dan kesantunan dalam berbahasa agar pertemanan terjalin di mana-mana.

Siapa bilang LDR selalu susah? LDR itu luar biasa!

Hubungan jarak jauh atau long distance relationship (LONG DISTANCE RINDU-RINDUAN) memang tidak mudah dijalani. Terpisah jarak dan waktu, kalian tersiksa karena tidak bisa bertemu layaknya pasangan normal. Alhasil, kamu bakalan galau dan mulai memikirkan hal-hal negatif tentang pasangan kamu.
Kamu pasti iri dengan temanmu yang bisa pacaran dan ketemuan tiap hari. Tapi, jangan iri dan galau dulu. Kalau kamu refleksikan lagi tentang hubungan LDR-mu, sebenarnya hubunganmu itu luar biasa. Kenapa?

1. Komitmen kuat untuk selalu bareng-bareng


Pasangan yang berteman dengan jarak pasti punya komitmen yang kuat. Kalian sudah tahu konsekuensi dan susahnya gimana menjalani hubungan yang terpisah secara fisik. Tapi karena kalian punya komitmen yang kuat, kalian berani untuk menjalani suatu hubungan yang benar-benar penuh perjuangan.
Kalau si pacar ada di satu negara yang sama dengan kamu, kamu bisa berkomunikasi dengan gampang. Sementara kalau sudah beda negara, kalian butuh usaha ekstra. Bisa jadi, saat kamu baru bangun tidur, si pacar malah baru mau tidur. Saat dia lagi makan siang, kamu masih kerja atau mengerjakan tugas. Kamu pun harus rela menyesuaikan beberapa hal dengan jam biologisnya. Tapi karena kamu dan pacarmu punya komitmen yang kuat, jarak bukanlah suatu masalah.

2. Kalian punya lebih banyak waktu bersama teman


Fakta bahwa pacarmu jauh tak selalu kamu pusingkan. Kamu masih punya sahabat-sahabat yang menemani hari-harimu. Kamu bisa main futsal lama, bisa jalan-jalan ke mall sama temen cewekmu, kamu benar-benar menikmati aktivitasmu bersama teman-temanmu.
Kalau pasangan normal biasanya harus ketemuan setiap hari dan bahkan tidak jarang waktu nongkrong sama teman jadi berkurang karena pacaran. Hal itu tidak terjadi dengan kamu yang LDR-an.

3. Kencanmu unik, nggak dimiliki pasangan yang lain



Pasangan yang LDR-an itu unik. Kalo pasangan yang lain nonton ke bioskop, kalian nonton lewat laptop masing-masing. Kalau pasangan yang lain bingung mau makan dimana, kalian masak sendiri di kos masing-masing dan “makan bareng” lewat Skype. Kalian juga “kencan” lewat WhatsApp, dan saling tuker-tukeran foto konyol. Kalian pun bisa jalan-jalan ke tempat yang berbeda melalui video yang dikirim pasangan masing-masing.

4. Kalian Bisa Menjadi Lebih Mandiri Dan Sabar


Pasangan yang LDR-an mempunyai kepribadian yang mandiri. Kalian bisa berhubungan tanpa harus saling bergantung  antara yang satu dengan yang lain. Kalian menjadi pribadi yang lebih dewasa dan independen. Kamu tidak keberatan untuk jalan-jalan ke toko buku sendiri tanpa pacar. Cewek-cewek lain sibuk gandengan sama pacar, kamu sibuk gandengan sama buku. Buat kalian itu hal yang biasa karena kamu percaya akan ada saatnya gandengan sama pacar itu tiba.
Kalian pun menjadi pribadi yang sabar banget. Kalian bersabar menunggu waktu yang pas supaya bisa bertemu. Kamu lebih bersabar menghadapi masalah kalau lagi berantem. Bukan cuma sama pasangan, kamu pun jadi pribadi yang sabar sama sinyal yang terkadang membuat komunikasi kalian terhambat.

5. Kalian bisa lebih fokus ke passion masing-masing


Saat memutuskan untuk menjalin hubungan jarak jauh, pasti kalian punya alasan kenapa kalian harus LDR-an. Kamu harus menyelesaikan kuliahmu dan pacarmu harus bekerja di kota lain. Kalian mempunyai urusan yang berbeda dan mendesak. Jalan yang kalian tempuh berbeda, tapi kalian tetap saling mendukung dari jauh.
Terpisah secara fisik membuat kalian bisa lebih fokus untuk menekuni kegiatan-kegiatan yang kalian suka. Kamu mempunyai passion untuk mengajar, dan pacar kamu fokus ke passion-nya untuk membuka usaha. Waktu yang kamu punya untuk menekuni passion-mu lebih banyak karena kamu tidak harus direpotkan dengan prinsip ‘pacaran harus bersama setiap hari’. Kegiatan-kegiatan yang kamu jalani pun bisa mengusir rasa kesepian. Nggak jadi galau deh…

6. Kalian akan mempunyai bahan obrolan yang banyak banget

Saat berjauhan, pasti kamu dan pacar punya banyak cerita yang pengen diceritain. Lewat WhatsApp, si pacar memberitahu tentang pertandingan bola yang baru saja dilaluinya. Kamu pasti ikutan bersemangat walau kamu tidak menonton secara langsung. Dan obrolan kalian pun pasti berkembang, nggak cuma terhenti di pertandingan bola saja.

Saat kalian bertemu pun, obrolan kalian pasti akan banyak banget. Karena sudah lama nggak ketemu, pasti kalian menyimpan cerita-cerita menarik. Kalian bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk ngobrol berdua. Mulai dari hal-hal kecil sampai hal-hal yang berhubungan dengan masa depan hubungan kalian.

7. Kalian akan sangat bersemangat kalau udah mau ketemu pacar

Pacarmu akhirnya pulang dan mengunjungimu. Pasti kamu jadi sangat bersemangat mempersiapkan kedatangannya. Kamu pasti langsung mempercantik diri biar si pacar seneng. Kalian pasti juga menyiapkan kejutan-kejutan kecil untuk pasangan masing-masing. Kalian juga pasti sudah merencanakan segala kegiatan yang akan dilakukan. Jalan-jalan ke pantai, nonton film, atau coba makanan barus sudah masuk list to-do kalian.
Membayangkannya saja sudah membuat kalian senyum-senyum sendiri, apalagi kalau sudah ketemu pasti lebih seru lagi.

Hubungan jarak jauh itu memang berat. Ketika kamu memutuskan untuk menjalani hubungan jarak jauh, kalian berdua harus saling percaya. Jarak tak selalu harus menjadi alasan untuk berpisah; yang terpenting adalah komitmen kalian untuk saling menjaga. Bersyukurlah karena kalian sudah memiliki pasangan yang luar biasa.

Sabtu, 07 Februari 2015

Trend Anak Muda Masa Kini


Remaja tidak pernah lepas dari yang namanya tren gaya hidup. Dari segi Psikologis, perubahan hormon dan beberapa ciri fisik yang menyebabkan mereka sangat menggandrungi Tren gaya hidup yang baru dan belum pernah mereka ketahui sebelumnya.

Berpenampilan menarik atau yang sering biasa di sebut GAUL, tentu memiliki ternd tersendiri di kalangan remaja saat ini. Dalam pergaulan, fashion atau cara berpenampilan ini sangat penting, karena jika kita ketinggalan model fashion kita malah akan di bilang "Udik, Katrok, Endeso, Dll". apa lagi secara tidak langsung cara berpakaian juga mempengaruhi jati diri seseorang. maka tidak heran ada yang rela menabung demi membeli pakaian baru yang sedang ngetrend, Berikut ini tren anak muda masa kini ;

1. Pemuda dengan Smartphonenya /Gadget




Kemunculan smartphone di Indonesia dengan segala fasilitasnya membuat para pemuda ingin memilikinya dengan berbagai macam alasan. Alasan pertama, sebagai media telepon genggam biasa. Kedua, sebagai media bisnis dengan segala fitur yang diberikan khususnya untuk media sosialnya. Ketiga, untuk gaya-gayaan saja atau dengan kata lain ingin menyamakan dirinya dengan teman-temannya pengguna smartphone supaya dianggap anak gaul.



2. Jejaring Sosial




bukan ABG gaul namanya kalo belum punya Akun JEJARING SOSIAL, semisal Facebook.com, Twitter.com, Yahoo.co.id, Sobatme.com dll



3. Behel




Behel adalah alat bantu untuk merapikan gigi yang berantakan. Banyak pemuda zaman sekarang ini memakai behel dengan alasan untuk gaya saja meskipun memang ada yang benar-benar mengenakannya untuk merapikan giginya. Dan kebanyakan yang memakai adalah perempuan.



4. Pemuda dengan Band Metalnya




Di kalangan pemuda sekarang ini banyak sekali bermunculan band-band yang beraliran metal/scream. Aneh bagi saya, mengapa mereka membuat band yang beraliran seperti itu yang tidak jelas menyanyikan lagu apa. Liriknya pun susah dipahami saat mereka tampil. Saya pun seringkali ditawarkan untuk membeli tiket dan menghadiri acara-acara metal tersebut oleh teman-teman saya.



5. Boyband dan Girl band




Kemudian kini juga marak yang namanya boyband dan girl band. Dalam entertainment saja kini banyak bermunculan boyband dan girl band yang mengikuti gaya korea. Apakah mereka mambuat grup itu dengan alasan ikut-ikutan?? Tapi, pada intinya semua stasiun televisi yang berisikan acara hiburan pasti selalu muncul salah satu dari mereka.



6. Potongan Rambut




sering kali kita melihat anak2 muda sekarang dgn tampilan rambut yang unik dan kren, misalnya Mohawck, Emo, Punk, dll


7. MOTOR


hmm, yang atu ini ga usah dijelasin ya, udah cukup jelas, katanya gak bakalan punya pacar kalo belum punya SATRIA F, NINJA RR, VIXION, dll

8. Kamera DSLR


Kamera SLR merupakan salah satu perangkat yang zaman dulu cuma dipakai oleh kalangan profesional, dan tentu saja dipergunakan sesuai dengan profesinya. Tapi sekarang, benda yang satu ini juga jadi ‘mainan’ tren yang kalo anak muda gak bawa SLR, artinya dia gak gaul dan mengikuti tren. Padahal, ada juga tuh yang bawa SLR ke mana-mana, tapi pas ditanya soal “Iso” dan “Zoom” cuma bisa cengok. So, kamu termasuk yang mana Guys?

Buat Kemungkinan Jadi Kenyataan


Di tahun 1900, Wright bersaudara
sudah mengajukan kemungkinan orang
dapat terbang. Tanggapan sinis dan
keraguan menyerang mereka bahwa
manusia tidak dapat terbang.

Banyak sekali percobaan mereka yang
gagal. Tapi Orville Wright dan Wilbur
Wright tidak menyerah pada visi
mereka.  Mereka mempersiapkan segala
risikonya jika percobaan mereka
gagal, seperti mereka menyiapkan
landasan darurat di pantai berpasir
yang lebih aman.


Pada 17 Desember 1903, di pagi hari
yang cerah, mereka berhasil mengubah
kemungkinan menjadi kenyataan. Dari
percobaan yang berulang kali gagal,
Wright bersaudara akhirnya berhasil
menorehkan sejarah penerbangan dunia
untuk pertama kalinya. Meski hanya
bisa melayang setinggi 10 kaki selama
12 detik, tetapi percobaan mereka
merupakan fondasi penemuan pesawat
terbang.



Jika Anda dapat melihat
kemungkinan-kemungkinan, yakinilah
dan wujudkan kemungkinan tersebut!
Mungkin Anda juga akan melihat banyak
rintangan dan tantangan. Tetapi yang
membedakan Anda dengan orang lain
adalah mereka hanya bisa melihat
risikonya saja, sedangkan Anda bisa
melihat bagaimana mengatasi risiko
tersebut.



Ketika orang lain menyerah dan
menangisi kegagalan, kekuatan pikiran
Andalah yang dapat mengatasinya.
Katakan bahwa Anda dapat bangkit lagi
setiap kali gagal dan mencoba lagi.

Singkirkan segala keraguan dan
ketakutan. Jika Anda percaya Anda
dapat terbang, maka Anda pun terbang.


"JANGAN TAKUT UNTUK BERMIMPI"




---AnneAhira---