Minggu, 25 Januari 2015

Komitmen Sejati


Sebuah hubungan agar bisa
berjalan dengan lancar dibutuhkan
sebuah komitmen yang besar. Bukan sekadar sebuah pernyataan 
bahwa anda menyukai hubungan ini
dan ingin menjalaninya.

Sangat mudah untuk berkomitmen dalam
hubungan ketika hubungan itu berjalan
lancar, menyenangkan, atau
memabukkan.


Namun ketika hubungan itu mulai
menemui masalah, tantangan, ganjalan,
tidak sedikit yang berucap, "aku
serius dengan hubungan kita,
sayangnya hubungan ini tidak berjalan
lancar seperti yang diharapkan."

Komitmen sejati dalam sebuah hubungan
adalah ketika Anda mau berkorban di
dalamnya.



Sangat mudah untuk meminta pasangan
untuk berubah, namun apakah Anda
bisa berubah juga? Cobalah untuk
berubah terlebih dahulu, lalu
lihatlah bagaimana hal tersebut
membawa perbedaan.


Untuk membangun komitmen dalam sebuah
hubungan diperlukan 3 hal yang
sederhana namun tidak mudah
dilakukan, yaitu: kerja keras, waktu,
dan kejujuran.







---Anne Ahira---

Jangan Hanya Melihat ke Atas


Kita tahu bahwa dunia ini selalu berputar, 
adakalanya kita berada nama kita diagung-agungkan, dipuji, 
atau sebaliknya yaitu,
kita berada di mana kita terabaikan, terjatuh 
di mana tiada orang yang peduli dengan kita.


Kemudian banyak orang bertanya,
bagaimana dengan kenyataan yang sering 
kita lihat begitu banyak orang-orang yang selalu di bawah?

Bukankah kita memiliki kesempatan yang sama?
bukan kita berhak untuk menggapai puncak itu?
sering kita lihat begitu banyak orang 
yang di atas semakin di atas, dan sebaliknya.


  Ketahuilah!,
pandangan itu semua hanya ironi.
kita tak pernah tahu apa yang mereka rasakan
pada mereka yang berada di atas.
Kebanyakan dari kita memandang semua yang di atas
selalu dari "materi" atau jabatan.
namun percayalah, roda kehidupan selalu berputar
dan setiap orang mengalami pasang surut.

Belajarlah dari mereka yang sudah di atas 
dan mereka yang berada di bawah.
Jangan hanya melihat ke atas!.

Banyak pelajaran yang bisa diambil dari 
keduanya, yang bisa kita jadikan bekal tuk 
jadi pribadi yang luhur bijaksana, sukses lahir dan batin.

   
Pepatah mengatakan:

"Kebesaran seseorang tidak terlihat
ketika dia berdiri dan memberi
perintah. Kebesaran seseorang akan
terlihat ketika dia berdiri sama
tinggi dengan orang lain, dan
membantu orang lain untuk
mengeluarkan yang terbaik dari diri
mereka untuk mencapai sukses" - Prof.
G. Arthur Keough.

Sabtu, 24 Januari 2015

my First Trip is Lawu Mountain



ini adalah perjalan pertama kali saya mendaki gunug, sebelumnya belum pernah terbesit dalam pikiran untuk bisa melakukan perjalan ini. emang terdengar aneh melihat sepak terjang para pendaki gunung, mereka rela membawa logistik yang berat, panas-panasan, kehujan,hanya untuk menginjakan kaki mereka disebuah tempat yang disebut puncak.
tapi itulah pendaki mereka mempunyai alasan masing untuk melakukan itu, yang mungkin tidak bisa dimengerti oleh orang yang belum pernah melakukan perjalanan ini.
Jalur pendakian lain yang dapat dijadikan alternatif saat mendaki ke Lawu adalah jalur pendakian lewat candi cetho. Dengan pesona alam luar biasa serta suguhan sebuah komplek candi..
Candi Cetho adalah sebuah candi bercorak agama Hindu peninggalan masa akhir pemerintahan Majapahit. Laporan ilmiah pertama mengenainya dibuat oleh Van de Vlies pada 1842.
Candi Cetho (Ceto) adalah peninggalan dari abad ke 15 dan merupakan tempat pelarian Brawijaya V dari islamisasi di trowulan. Kampung sekitar yang tedapat di Candi Cetho adalah kampung dengan mayoritas penduduk yang beragama Hindu.
Jalur lawu via candi cetho ini memang jarang didaki oleh karena itu sangat mengasyikkan jika mendaki melewati jalur yang satu ini. Jalur ini jauh lebih sepi dan lebih alami. Jalur pendakian sendiri terdiri dari hutan pegunungan yang heterogen, hutan pinus khas pegunungan, dan sabana yang luas. Seringnya kabut menyelimuti jalur ini menjadikan pemandangan makin eksotis terutama di padang sabana. Tak heran beberapa pendaki menyebut jalur ini sebagai surga tersembunyi Gunung lawu.
Akses Candi Cetho menggunakan angkutan umum
Menuju Candi Cetho
Menuju Candi Kethek
Mendaki Gunung Lawu
Persiapan mendaki dimulai dari sini. Jalur mulai sedikit naik, melewati hamparan rerumputan yang di tumbuhi semak dan pohon – pohon yang tidak terlalu tinggi. Melewati perkebunan milik warga kemudian masuk menuju ke hutan. Perjalanan sekitar 1 jam kita akan sampai di sebuah shelter yang terbuat dari anyaman bambu yang kondisinya sudah mulai rusak. Inilah pos I, pendaki tidak disarankan mendirikan tenda disini karena menurut warga setempat rawan longsor.
Setelah istirahat beberapa saat, kita dapat melanjutkan perndakian ke Pos II (Brak Seng). Pendakian ini menyusuri punggungan yang makin lama makin menanjak, walaupun tidak seberapa terjal. Dengan dihiasi tanaman arbei hutan di sepanjang perjalanan. Hutan dijalur ini semakin rapat sehingga perjalanan tidak terlalu panas. Walaupun udara bertiup cukup kering.
Pendakian kembali berlanjut dengan tanjakan yang lebih menguras stamina. Dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi, dikanan-kiri ditumbuhi akasia gunung. Langkah pendaki mulai pelan menyesuaikan irama detak jantung dan hembusan nafas. Satu jam lebih telah berlalu sampailah pendaki di pos IV (penggik) di apit oleh pohon tinggi menjulang mempersilahkan para pendaki untuk berteduh dan menarik nafas sejenak.
Dari pos ini pendaki terus akan melewati sabana, Terdapat sumber air, yaitu Tapak Menjangan yang hanya terisi air saat musim penghujan saja. Sumber air ini terdapat di jalur pendakian. Sabana luas ini berujung di hamparan hutan edelweiss sebelum akhirnya melewati pasar setan yang terdiri dari hamparan batu yang disusun-susun dan vegetasi pohon cantigi.
Hargo Dalem dan Hargo Dumilah


mungkin anda sudah melakukan perjalanan ini pasti anda akan tercandu oleh knikmatan yang ditawarkan, memang kita harus rela panas-panasan, kehujanan, berpeluh kesah dengan keringat dingin. tapi itulah sebuah kenikmatan.
saya memaknai perjalan ini bukan hanya sebuah perjalan fisik, tapi juga perjalan hati dan pikiran, yang mana hati yang selalu bersyukur atas karunia-Nya, hati yang selalu mengingat-Nya di mana pun kita berada, hati yang selalu berdoa dan memohon ampunan-Nya, serta fikiran yang selalu berpikir positif tentang apa yang telah digariskan-Nya.
Mendaki gunung lawu, yang terletak di dekat tempat wisata Tawangmangu. Gunung ini ada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan ketinggian 3265 Mdpl, gunung ini sangat menantang untuk dijelajahi.  Pendakian Gunung Lawu dapat melewati beberapa jalur, antara lain jalur Cemoro Kandang, Candi Cetho, Tambak ( Jawa Tengah ) serta Cemoro Sewu dan Jogorogo ( Jawa Timur ) itu beberapa jalur yang paling umum dan sering didaki.
Mendaki Lawu via Candi Cetho
Candi Cetho terletak di ketinggian 1400 mdpl dan secara administratif berada di Dukuh Cetho, Desa Gemeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karang Anyar Jawa Tengah. Desa Gemeng memiliki potensi wisata yang besar karena banyak terdapat candi dan juga pesona kebun teh yang memiliki keunikan tersendiri.


Dari Sragen saat itu kami carter mini bus sedang yang muat sekita 30 orang, karena saat itu acara sekolah, kita berangkat jam 20.00 pagi dari sekolah kemudian sampai di candi Cetho jam 21.30. 
Akses lain adalah dengan mencarter mobil atau taxi dari Terminal Tirtonadi Solo menuju Candi Cetho. Harga tergantung negosiasi dengan sopir.
Setelah dari  turun dari kendaraan akan terlihat loket penjualan tiket masuk komplek candi. Dari situ pendaki akan langsung disambut jajaran anak tangga menuju komplek Candi Cetho. Dengan menaiki anak tangga tersebut perlahan-lahan hamparan peninggalan candi hindu itu mulai tersingkap. Gapura yang berdiri menjulang dengan anggun di bawah langit akan langsung membawa ingatan kita pada gapura-gapura di Pulau Dewata, Bali.Kawasan ini sangat bersih dan terjaga. Berbagai ornamen bergaya hindu peninggalan masa itu sangat jelas terlihat. Dua buah patung penjaga yang berbentuk mirip dengan patung pra sejarah berdiri membisu di bawahnya. Kawasan candi ini membentang pada sebuah lahan berundak dan dibangun pada akhir kekuasaan Kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Raja Brawijaya V. Di salah satu terasnya terdapat susunan batu dengan pahatan berbentuk matahari yang menggambarkan Surya Majapahit, lambang Kerajaan Majapahit. Candi ini pertama kali ditemukan sebagai reruntuhan batu dengan 14 teras berundak. Namun sekarang hanya tertinggal 13 teras, 9 diantaranya telah dipugar.
Sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa, candi ini dihiasi dengan arca phallus yang menjadi symbol Siwa. Terdapat juga patung Brawijaya V serta penasehatnya dan susunan batu berbentuk lingga dan yoni berukuran dua meter. Bangunan utama berbentuk trapesium berada di teras paling atas. Sampai saat ini Candi Cetho masih dipergunakan oleh penduduk sekitar sebagai tempat beribadah. Mereka meletakkan sesajen di arca-arca kemudian naik ke teras tertinggi untuk ritual keagamaan. Harum bunga sesaji dan dupa ditambah dengan kabut yang sering turun menyelimuti area candi memberi kesan mistis.
candi kethek
Keluar dari komplek Candi Cetho melewati jalan setapak kecil Anda akan melewati jajaran warung penjual makanan di sepanjang jalan. Kemudian akan berlanjut menuju hamparan rerumputan yang mulai menanjak. Tak berapa lama komplek Candi kethek akan terlihat. Candi ini berupa bebatuan yang tersusun dan di tengahnya terdapat anak tangga.


Sekitar 45 menit kemudian Pos II sudah mulai terlihat. Berupa sebuah shelter yang mirip gubug yang terbuat dari bambu dengan atap dianyam. Di apit oleh dua buah pohon yang menjulang tinggi, sehingga sangat rindang untuk beristirahat. Di lokasi ini pendaki dapat mendirikan sekitar 2 -3 tenda, jika memutuskan untuk beristirahat.
Perjalanan dilanjutkan melewati hutan yang cukup rapat, dengan tanjakan yang semakin menguras stamina pendaki. Karena bukan jalur yang sering didaki, jalur disini terlihat lebih bersih. Tidak banyak sampah berserakan. Juga minim coretan-coretan diberbagai tempat yang biasanya dilakukan oknum pendaki yang suka iseng. Kira-kira 1 jam kemudian sampailah di Pos III (Cemoro Dowo). Disini terdapat shelter sederhana yang beratapkan seng. Di sini cukup unutk mendirikan 2 – 3 tenda untuk beristirahat.
Menuju pos V (Buak Peperangan) jalur mulai sedikit melambung dikarenakan adanya tebing yang menghadang selepas pungungan dari pos IV. Jalur ini didominasi cemara gunung. Perjalanan cenderung landai sampai bertemu tebing yang tidak terlalu tinggi, baru kemudian sampai di hamparan sabana yang cukup luas menuju pos V


Dari pasar setan ini Hargo Dalem tidak seberapa jauh. Di tempat ini pendaki dapat singgah di warung Mbok Yem yang konon sudah puluhan tahun membuka warung ditempat itu. Dilokasi ini juga terdapat banyak petilasan. Tidak sedikit pula orang yang bersiarah, Sendang Drajat salah satu favorit karena pedaki dapat mengambil air disini, jika tidak kering.
Dari Hargo Dalem ke Puncak Hargo Dumilah hanya memakan waktu kurang dari 20menit. Disini terdapat tugu triangulasi yang menandakan puncak dan ketinggian Gunung Lawu 3.265 mdpl.

Kamu, Sosok yang Tegar dan Berani.


Dear Kita, insan manusia yang luar biasa.....

Keadaan terpuruk bukanlah buruk,bila dihadapi dengan tenang, dan bijak serta berjuang terus pantang mundur, dan diiringi doa yang tulus!

Setiap tantangan dan rintangan adalah cambuk untuk memotivasi kita mencapai kemajuan dan kemenangan.

pepatah mengatakan :

"kehidupan bukanlah jalan yang lurus
dan mudah dilalui dimana kita bisa
bepergian bebas tanpa halangan.
Kehidupan seringkali berupa
jalan-jalan sempit yang menyesatkan,
di mana kita harus mencari jalan,
tersesat dan bingung! sering rasanya 
sampai pada jalan tak berujung.
Namun,jika kita punya kenyakinan 
kepada Sang Maha Pemilik kehidupan,
pintu pasti akan dibukakan untuk
kita. Mungkin bukan pintu yang selalu 
kita inginkan, namun pintu yang
akhirnya akan terbukti, terbaik untuk 
Kita - A.J. Cronin 



Dear Kita,

Saat kita menjelang dewasa, hidup
memang tidak selalu indah.
Lihatlah, langit pun tak selalu cerah,
suram malam kadangtak berbintang.
iulah lukisan alam. Itulah aturan Tuhan.

Hidup adalah belajar. Balajar untuk 
menyelesaikan setiap teka-teki yang
sudah disiapkan oleh-Nya untuk kita.
Yang terpenting adalah, dalam kondisi 
apapun, Lakukanlah selalu yang terbaik
yang kita bisa.  

Seberat apapun masalahmu kawan,
sekelam apapun beban dalam hidupmu,
janganlah engkau berlari, apalagi
sembunyi!

Temui Dia dengan lapang dada dan
bersihkan hati. Yakinlah, dengan
KESABARAN, kita akan bisa bertahan
dari segala badai cobaan.


Saat engkau mendapati masalah,
yakinlah, sebenarnya engkau tengah 
dipersiapkan-Nya untuk menjadi sosok
yang tegar dan berani.









---AnneAhira---

Kamis, 22 Januari 2015

Aku Dalam Diamku, dan kamu dalam Doamu


aku diam, tak berkata, hanya tersenyum.
mungkin kau kira ku tak memperhatikanmu?
mungkin kau pikir ku mengacuhkanmu?
bukan….bukan seperti itu,di otakku terdapat banyak masukan, 
banyak ide, banyak saran untukmu?
namun, 
lebih baik ku simpan saja.bukan ku tak ingin menenangkanmu.tapi ku 
merasa tak pantas, belum pantas tepatnya untuk mengguruimu.
dan ku ingin memberi kesempatan untukmu 
agar kau mampu berpikirkau tau apa yang benar dan salah,
meski terkadang kebenaran kau salahkan dan 
kesalahan kau benarkan.but, this is A LIFE.
terkadang kita harus bertemu dengan SALAH 
untuk mengetahui sebuah BENAR??



kadang kita cukup memandanginya dari jauh tak perlu memeluk,
membacakan puisi, memberi bunga bahkan memilikinya.
yang paling penting doaku untukmu selalu ada 
itu caraku mencintaimu.  

Rabu, 24 Desember 2014

Bukan Hanya Gudeg, tapi masih banyak yang lainnya...

       selain dikenal dengan kota pelajar, Yogyakarta memiliki banyak potensi pariwisata yang menarik, salah satunya yaitu wisata kuliner. Bicara masalah kulinari khas Kota pelajar ini pasti identik dengan Gudeg, tapi tidak cuma gudeg, masih banyak lagi khuliner khas jogja yang sayang dilewatkan jika anda berkunjung di kota Gudeg ini. berikut ini ragam wisata kuliner yang patut anda cicipi :

1. Bakmi Jawa
             Bakmi Jawa di Yogyakarta jelas sangat berbeda dan memiliki khas tersendiri, Selain rasanya yang gurih, . Bakmi Jawa biasanya di masak dengan menggunakan Anglo ( tungku dari tanah liat dengan bahan baku arang ).
Bakmi Jawa yang terkenal di Yogyakarta adalah :
a. Bakmi Jawa Mbah Mo ( Dusun Code Manding Bantul ). Letaknya sangat terpencil di dusun 
    code, namun menjadi incaran para pejabat dan artis ketika berkunjung ke Yogyakarta.
b. Bakmi Jawa Kadin. Bakmi Jawa yang sudah terkenal sejak dahulu kala, letaknya dekat 
    dengan Pakualaman, persis di samping Supermarket Superindo.
c. Bakmi Jawa Pak Pele, langganan para seniman Jogja. Letaknya di sebelah selatan Alun  - Alun Utara, atau dekat dengan Pagar Keraton. 
2. Gudeg
           Anda sudah tahu gudeg?? jika belum silahkan baca artikel ini terlebih dahulu. Banyak sekali penjual gudeg di jogja, mungkin anda bingung gudeg mana yang terkenal dan unik. Disini kami akan menampilkan keunikan gudeg di Jogja.
Gudeg Yu Djum, merupakan legendaris gudeg di Jogja. Jika anda ingin menikmati kenyamanan, sebaiknya anda makan di rumah Yu Djum di daerah Mbarek Jl Kaliurang Selokan Mataram, deket MM UGM Yogya. Semua masyarakat di Indonesia dan Mancanegar pasti tahu Gudeg Yu Djum, jadi ini harus anda kunjungi sebagai referensi wisata kuliner di Jogja.
Selain Gudeg Yu Djum, anda juga harus menikmati Gudeg Pawon. Gudeg Khas Jogja yang memiliki Sensasi dalam menikmati makanan gudeg di dapur ( pawon - bahasa jawa ). Bukanya Hanya jam 11 malam, hingga jam 2 pagi saja. Letaknya di Jl. Janturan deket ( Selatan Pamella Swalayan Jl. Kusumanegara ).
Bosen atau anda sudah pernah mengunjungi kedua tempat diatas?? Kami referensikan Gudeg Permata ( Jl. Sultan Agung ) depan Bioskop Permata deket Pakualaman ( tempat tinggal Paku Alam ), selain itu Gudeg  
3. Soto Khas Jogja
Di jalan ini anda akan menemui banyak Warung Makan Soto Kadipiro, namun yang asli adalah Soto Kadipiro yang berada di utara jalan ( satu deret dengan pom bensin ). Soto Ayam yang tidak bersantan ini berdiri sejak tahun 1921, dibangun oleh Pak Karto Wijoyo.
Selain Soto Kadipiro, Soto yang terkenal di Yogyakarta adalah Soto Pak Sholeh yang terletak di Jl Wiratama Tegal Rejo Yogyakarta. Tepatnya Jalan masuk Museum Sasana Wiratama Pangeran Diponegoro. Penampilan soto yang bening dan seger terlihat nikmat untuk dinikmati siang hari. Harganya pun sangat terjangkau, yaitu Rp 8.000 untuk 1 porsinya.
4. Mangut Lele Mbah Marto
           
Mangut Lele yang terkenal sejak dahulu adalah Mangut Lele Mbah Marto, letaknya di Dusun Geneng Sewon Bantul, atau tepat di belakang Institut Seni Indonesia ( ISI ) Yogyakarta. Walaupun namanya Warung Sego Gudeg Geneng Mbah Marto, namun yang terkenal adalah masakan Mangut Lelenya. Banyak kalangan artis dan pejabat dari luar kota yang menjadi langganan Mbah Marto.
Menu Warung Sego Gudeg Geneng Mbah Marto selain Mangut Lele, antara lain: Ceker, Gudeg Setengah Kering, Sambal Krecek, Sate Keong, Garang Asem, dll. Harga satu porsi mangut lele sebesar Rp 8.000 atau 10.000 dengan menu kompli ( Nasi, Mangut Lele, Gudeg dan Sayur Daun Pepaya ).
5. Oseng Oseng Mercon Bu Narti
        Oseng oseng mercon pada dasarnya sama dengan sayur oseng - oseng lainnya, namun kelebihannya disini sayuran oseng - oseng Bu Narti terasa bagitu pedas hingga dikatakan sebagai oseng - oseng mercon. 
Oseng - oseng mercon bu Narti ini terletak tidak jauh dari Malioboro, sehingga anda cukup berjalan kaki menuju perempatan kantor pos, dan menuju ke arah barat ( RS. PKU Muhammadiyah ). Stelah pertigaan Rumah Sakit, masih ke barat kurang lebih 200m nanti kanan jalan ada spanduk Oseng - Oseng Mercon Bu Narti.
6. Resto Bale Raos
         Bale Raos merupakan restoran para bangsawan keraton jaman dahulu. Disini anda dapat menemukan masakan kesukaan dari raja - raja keraton Ngayogyokarto. Mulai dari Hamengkubuwono XIII hingga sekarang, restoran ini memiliki menu favorit dari setiap.
7. Sego Pecel ( SGPC ) Bu Wir
             Mau sarapan pagi selain gudeg?? SGPC jawabanya. Sego Pecel ( disingkat SGPC ) menjadi laternatif yang dapat anda nikamti saat berada di Jogja. Sego Pecel yang terkenal dari  Madiun, kini dapat nikmati di Warung SGPC Bu Wir atau Bulaksumur.  Lokasinya tepat di sebrang Fakultas Peternakan UGM atau Selokan Mataram.
Sego Pecel ini berisi sayur - sayuran dengan diberi bumbu kacang yang manis dan pedes. Dengan Menu lauk yang tersedia:  tahu tempe, telur ceplok (mata sapi), sate telur, bakwan dll. SGPC Bu Wir memiliki suasana Tempoe Doeloe, sambil mendengarkan grup musik yang menyanyikan tembang nostalgia anda dapat merasakan sensasi wisata kuliner di Jogja.
8. Sate Klatak
             Sate Klatak merupakan sate kambing yang diracik secara khusus, sehingga memiliki keunikan tersendiri. Sate kalatak ini terdapat di Pasar Jejeran Bantul atau sekitar 1 KM ke selatan dari Terminal Giwangan.
         Kelembutan daging kambing dan racikan bumbu sate yang khas, membuat anda dapat menikmati sate khas bantul ini. Ditambah porsi 1 tusuk sate, sangatlah besar. Sehingga dengan 3 - 5 tusuk sate yang disajikan, dapat membuat perut anda penuh.
9. Brongkos
           Sayur brongkos menjadi salah satu warisan masakan leluhur yang masih terjaga dan menjadi salah satu jenis kuliner yang sangat familiar. Namun, bagaimana rasanya menikmati brongkos yang konon menjadi menu favorit raja keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Makanan yang terbuat dari tahu dan kacang tolo dengan perpaduan kuah santan kental dan kaldu daging segar.
Brongkos yang terkenal di Jogja salah satunya adalah: Brongkos Bu Padmi yang terletak di bawah Jembatan Krasak Tempel Sleman. Bahkan Pak Bondan pernah berkunjung ke Warung Makan Bu Padmi ini untuk menikmati sensasi Brongkosnya. 
     Selain Bu Padmi, Nasi Brongkos yang terkenal ada di dekat Alun - Alun Selatan Namanya RM. Handayani. Ciri khas brongkos buatan RM Handayani ini, tidak memakai kulit melinjo seperti brongkos pada umumnya dikarenakan banyak pembeli yang takut terkena asam urat. Selain itu, tidak memakai suwiran daging sapi hanya diambil kaldunya saja sebagai campuran kuah dengan santan. Telur yang digunakan sebagai pelengkap brongkos adalah telur bebek.
yuummiii......!!! enak mantab sekali bukan,,,? jika anda berkunjung ke jogja jangan lewatkan makanan yang menggoda diatas.. salam traveller :D













         Makanan Soto tentunya anda sudah tahu semua. Naahh.. soto yang khas dan terkenal di Yogyakarta adalah Soto Kadipiro, yang terletak di Jl. Wates dekat perempatan Wirobrajan. 


            Wisata Kuliner khas Jogja yang jarang didengar adalah Mangut lele ini. Mangut Lele, sesuai namanya menawarkan masakan olahan dari ikan lele. Tidak seperti masakan lele biasa, lele sebelum dimasak bersama kuah santan gurih dan pedas seperti kuah gulai, lele terlebih dahulu dibakar diatas tungku, sehingga dagingnya matang saat pembakaran.






















PANTAI KLAYAR - Dari Batu Karang Sphinx hingga Seruling Laut

Pantai Klayar berada di Kecamatan Donorojo, sekitar 35 km ke arah barat Kota Pacitan, dan dapat dicapai sekitar 60 menit dari kota pacitan
Klayar adalah pantai eksotik dengan hamparan pasir putih, batu karang yang menyerupai Sphinx, karang bolong, seruling laut dan air mancur alami setinggi 10 meter.





Perjalanan menuju ke pantai Klayar adalah sebuah tantangan bagi mereka yang suka akan kegiatan luar ruangan, karena jalan yang harus diakses terbilang sempit dan rusak di beberapa bagian. Ditambah lagi, terdapat kelokan tajam serta rute yang naik turun perbukitan dengan tanjakan dan turunan yang cukup ekstrim. Namun demikian, keindahan pemandangan bukit dan lembah hijau akan menemani sepanjang perjalanan.
Pantai ini terbilang masih sangat sepi, dan hanya akan terlihat beberapa nelayan yang sedang melaut saat hari biasa. Hamparan pasir putih membentang dengan ombak sejernih kristal memecah di bibir pantai,dan diapit bukit-bukit karang di kanan dan kirinya
berikut gambar dari pantai Klayar di Pacitan :






berikut tadi review singkat tentang pantai Klayar yang berda di kabupaten pacitan jawa Timur, semoga bisa menjadi referensi anda untuk liburan anda! trimakasih......... :D
selamat hari Natal dan Tahun Baru 2015 .... :D